Manfaat penggunaan cocomesh

MANFAAT PENGGUNAAN COCOMESH

Pengertian dan fungsi cocomesh

Cocomesh adalah material berbentuk jaring yang dibuat dari serat kelapa, sangat ramah lingkungan dalam membantu proses reklamasi suatu tambang, pantai, atau hutan. Sifatnya biodegradable (zat yang mudah rusak/membusuk seperti tanaman) dan kuat, membantu mempermudah tumbuhnya tanaman baru pada bidang jaring yang diletakkan di tanah bekas lahan tambang atau lainnya.

Pemanfaatan material Cocomesh ini telah terbukti mampu menghijaukan lahan bekas tambang, dan hutan gundul. Banyak perusahan konsultan penghijauan mulai beralih kepada material yang alami seperti Cocomesh.

Sifat material jaring yang terbuat dari sabut kelapa. Yaitu mampu menyimpan air dalam waktu cukup lama, menyebabkan permukaan tanah yang ditutup oleh material ini terjaga kelembapannya. Sehingga mempermudah penghijauan alami atau revegetasi alami.

Sifatnya yang biodegradable dan kuat, membantu mempermudah tumbuhnya tanaman baru pada bidang Cocomesh yang diletakkan di tanah bekas tambang yang kering dan tandus. Pemanfaatan mateial ini telah terbukti mampu menghijaukan areal bekas tambang, atau hutan gundul.

Cocomesh

Cocomesh

Kelebihannya

Sifat material jaring ini yang terbuat dari sabut kelapa, yaitu mampu menyimpan air dalam waktu cukup lama. Yang menyebabkan permukaan tanah yang ditutup oleh material ini terjaga kelembapannya yang membuat tanah mudah ditumbuhi vegetasi baru.

Hal ini mampu mempengaruhi struktur tanah agar mudah ditanami dengan bibit tanaman atau biji. Selain itu fungsi jaring sebagai pengganti tanah pada saat penanaman biji atau bibit tanaman tersebut sehingga menjadi media yang baik untuk pertumbuhan tanaman.

Kelebihan dari material ini adalah tahan lama, menurut sumber ini mampu bertahan sekitar 4 tahun atau lebih, sehingga material dapat tumbuh selama masa pertumbuhan vegetasi baru. Pemakaian material jaring ini sangat cocok untuk lahan miring atau berbatu seperti lahan bekas pertambangan, melihat dari sifat elastisitas material ini. Contoh yang telah diaplikasikan  seperti pada kawasan bekas tambang Freeport yang luas.

Menggunakan Kawat Bronjong sebagai Pot Tanaman

Pengertian Kawat Bronjong

Kawat bronjong adalah salah satu jenis perlindungan alami yang digunakan untuk mengendalikan erosi tanah dan perlindungan sungai atau perairan. Kawat bronjong terbuat dari anyaman kawat yang membentuk struktur seperti keranjang atau jaring dengan bagian tengah yang terbuka. Struktur ini biasanya terbuat dari kawat galvanis atau kawat baja yang tahan karat.

kawat bronjong

Pengaplikasiannya

Kawat bronjong digunakan di daerah-daerah yang rentan terhadap erosi tanah, terutama di sepanjang sungai, lereng bukit, dan pantai. Mereka membantu mengurangi kecepatan aliran air dan memecah energi air menjadi gaya yang lebih rendah. Selain itu, kawat bronjong juga berfungsi sebagai media untuk menahan dan menjaga tanah atau batu agar tetap berada di tempatnya, mencegah terjadinya erosi lebih lanjut.

Langkah-langkah Pembuatan Pot Bronjong

Struktur bronjong yang mampu menahan tanah, sangat cocok bagi Anda pecinta tanaman hias untuk meletakan tanaman Anda di dalam pot bronjong. Batuan – batuan dari bronjong akan menambah kesan alami di taman Anda dan mempercantik tanaman hias yang Anda miliki. Proses pembuatan pot bronjong umumnya melibatkan langkah-langkah berikut:

  • Persiapan bahan:
  • Kawat: Pilih kawat yang sesuai dengan kebutuhan, seperti kawat galvanis atau kawat baja. Pastikan kawat tersebut kuat, tahan karat, dan mudah untuk dianyam.
  • Alat dan perlengkapan: Siapkan alat seperti gunting kawat, tang, dan alat penekan untuk membantu dalam proses pembuatan.

 

  • Menentukan ukuran dan bentuk:
  • Tentukan ukuran dan bentuk pot bronjong yang ingin Anda buat. Anda dapat membuat pot bronjong dalam berbagai ukuran dan bentuk, tergantung pada kebutuhan atau preferensi Anda.

 

  • Pemotongan kawat:
  • Potong kawat sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan untuk membuat sisi pot bronjong,
  • Gunakan gunting kawat atau alat pemotong lainnya untuk memotong kawat dengan akurat dan rapi.

 

  • Pembentukan anyaman kawat:
  • Ambil selembar kawat potongan dan mulailah membentuknya menjadi keranjang atau jaring yang terbuka.
  • Gunakan tang atau alat lainnya untuk membengkokkan dan menghubungkan kawat-kawat pada ujung-ujungnya sehingga membentuk struktur anyaman.


  • Penggabungan sisi pot:
  • Satukan ujung-ujung kawat dari setiap sisi pot bronjong dan kencangkan dengan menggunakan alat penekan atau kawat pengikat.
  • Pastikan sisi-sisi pot bronjong terhubung dengan erat dan aman.

 

  • Penyelesaian dan penguatan:
  • Inspeksi pot bronjong yang telah selesai dibuat untuk memastikan kekuatan dan kekokohannya.
  • Lakukan penguatan tambahan jika diperlukan, seperti menambahkan kawat pengikat di beberapa bagian untuk meningkatkan kestabilan pot bronjong.

 

pot kawat bronjong pot kawat bronjong

KAWAT BRONJONG PENCEGAH TANAH LONGSOR

Apa yang terlintas di pikiran Anda ketika mendengar kata “Tanah Longsor”? Sudah dapat dipastikan jika yang ada di pikiran Anda ketika mendengar kata “Tanah Longsor” adalah tanah yang bergeser atau jatuh dari tempat yang seharusnya. Tapi, apa sih arti yang sebenarnya dari tanah longsor?

 

Tanah Longsor

 

 

Tanah longsor adalah massa tanah dan bebatuan yang jatuh atau luruh dari tempat yang lebih tinggi, ke tempat yang lebih rendah. Penyebab dari tanah longsor antara lain adalah curah hujan yang tinggi, erosi atau pengkisian pada tanah, penebangan hutan, dan masih banyak lagi. Tanah longsor dapat menimbulkan kerusakan hutan, lahan, bangunan, rumah warga, bahkan dapat mengancam keselamatan nyawa manusia. Dari sekian banyaknya dampak kerugian yang ditimbulkan oleh tanah longsor, maka dari itu sangat dibutuhkan solusi untuk mencegahnya. Salah satu solusi untuk mencegah tanah longsor adalah dengan menggunakan kawat bronjong.

 

 

Apa Itu Kawat Bronjong?

Kawat bronjong adalah anyaman kawat dengan bentuk kotak dengan lubang segi enam atau segi tiga. Material ini berguna sebagai pengikat/kandang dari tumpukkan batu, beton, tanah, maupun pasir. Kawat bronjong terbuat dari bahan kawat berlapis seng, galvanis, atau alumunium sehingga tahan terhadap cuaca dan juga korosi.

 

Apa Manfaat Kawat Bronjong?

  1. Kawat bronjong mampu mencegah/menahan gerakkan massa tanah dan bebatuan pada lereng pegunungan. Hal ini disebabkan karena kawat bronjong memiliki struktur yang kuat dan padat untuk menahannya.
  2. Kawat bronjong bermanfaat untuk menahan dan mengikat material-material yang rentan longsor tanpa merusak nilai estetika alami dari lereng tersebut.
  3. Kawat bronjong dapat membuat tanah menjadi lebih kuat dan stabil, sehingga tidak mudah untuk erosi.

 

Apa Keunggulan Menggunakan Kawat Bronjong?

  1. Pemasangannya cepat
  2. Harganya tidak terlalu mahal
  3. Dapat dipasang di lingkungan yang beragam
  4. Bobotnya ringan dan fleksibel
  5. Dapat dikerjakan tanpa menggunakan mesin berteknologi tinggi

 

Selain untuk mencegah erosi dan tanah longsor, kawat bronjong juga berguna sebagai pelindung tiang atau pilar jembatan dari arus/aliran air, melindungi pantai dari abrasi, menjadi konstruksi dinding penahan tanah, dan masih banyak lagi.

 

Baca Juga Artikel Lainnya: Menghindari Abrasi dengan Geobag    dan   Drainage Cell Bebas Genangan

kawat bronjong berkualitas

 

 

 

Keuntungan dari Penggunaan Geotextile Non Woven

Pengertian Geotextile Non Woven

Geotextile Non Woven merupakan salah satu jenis bahan geosynthetics yang digunakan untuk berbagai keperluan di bidang teknik sipil. Geotextile non woven biasanya terbuat dari serat synthetics seperti polypropylene atau polyester, dan diproduksi dengan menggunakan teknologi pengikatan serat yang tidak melibatkan penggunaan benang.

Bahan synthetics ini sering digunakan dalam berbagai proyek teknik sipil. Bahan ini digunakan sebagai lapisan peredam pada bantalan jalan, sebagai penahan erosi pada lereng, sebagai pengikat pada dinding penahan tanah, serta sebagai filter pada sistem drainase.

geotextile non woven

Pengaplikasian Geotextile Non Woven

Dalam pengaplikasiannya, bahan geosynthetics ini dapat digunakan sendiri dengan bahan geosynthetics lainnya seperti Geomembrane, Geogrid, dan Geocell. Kombinasi bahan geosynthetics ini akan memberikan hasil yang lebih optimal dalam menjaga kestabilan tanah dan dan mengurangi risiko kerusakan pada proyek teknik sipil.

Berikut ini beberapa contoh pengaplikasian geotextile non woven:

  1. Stabilisasi Tanah: Geotextile non woven digunakan untuk stabilisasi tanah di bawah jalan raya, landasan pacu bandara, dan jalur kereta api. Bahan ini ditempatkan di antara lapisan tanah yang berbeda untuk mencegah perpindahan dan pemadatan yang tidak merata serta meningkatkan kekuatan dan stabilitas struktural.
  2. Pemisahan Lapisan Tanah: Material satu ini juga dapat digunakan untuk memisahkan lapisan tanah yang berbeda dengan karakteristik yang berbeda pula. Contohnya, bahan ini dapat ditempatkan di antara tanah dasar dan lapisan tanah pondasi untuk mencegah percampuran dan pergeseran material.
  3. Filtrasi dan Drainase: Material ini juga berfungsi sebagai lapisan filtrasi untuk memisahkan partikel-partikel halus dari air yang mengalir melalui tanah atau material geoteknik. Hal ini mencegah penyumbatan saluran drainase dan menjaga kualitas air.
  4. Perlindungan Lapisan Penutup: Bahan ini membantu mencegah kontaminasi dan pergeseran material, serta memberikan stabilitas struktural.
  5. Perlindungan Dari Erosi: Geotextile non woven digunakan untuk melindungi permukaan tanah dari erosi oleh air atau angin. Bahan ini ditempatkan di lereng bukit atau tepi sungai untuk mengurangi erosi tanah dan mempertahankan kestabilan lereng.

geotextile non woven

Keuntungannya

  1. Stabilitas Mekanis: Bahan ini memiliki kekuatan tarik yang tinggi dan kemampuan penyerapan gaya geser yang baik. Kelebihan ini memungkinkan bahan ini untuk digunakan dalam proyek-proyek konstruksi seperti jalan raya, landasan pacu, dan tanggul.
  2. Permeabilitas Air: Salah satu keunggulan utama bahan ini adalah kemampuannya untuk membiarkan air mengalir melaluinya. Kelebihan ini sangat penting dalam proyek drainase, pemadatan tanah, dan perlindungan terhadap pergerakan air tanah.
  3. Filterisasi: Geotextile non woven dapat bertindak sebagai filter yang efektif dalam menahan partikel tanah yang kasar dan mencegah penyumbatan saluran air atau drainase. Dengan memisahkan material yang berbeda secara fisik, geotextile non woven membantu menjaga kualitas air tanah dan mengoptimalkan sistem drainase.